1.1 Latar Belakang
Keberhasilan
dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan(sekolah) akan sangat bergantung kepada
manajemen komponen-komponen pendukung pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum,
peserta didik, pembiayaan, tenaga pelaksana, dan sarana prasarana.
Komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya pencapaian
tujuan lembaga pendidikan (sekolah), artinya bahwa satu komponen tidak ebih
penting dari komponen lainnya. Akan tetapi sayu komponen memberikan dukungan
bagi komponen lainnya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap
pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
Komponen
peserta didik keberadaannya sangat dibutuhkan, terlebih bahwa pelaksanaan
kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus
objek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan
keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Oleh karena itu keberadaan peserta
didik tidak hanya sekedar memenuhi
kebutuhan saja, akan tetapi harus
merupakan bagian sdari kebermutuan dari lembagaan pendidikan (sekolah) itu
sendiri. Sehingga peserta didik itu dapat dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual,
social, emosional, dan kejiwaan peseta didik.
Kebutuhan
peserta didik dalam mengembangkan
dirinya tentu saja beragam dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para
peserta didik ingin sukses dalam hal
prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi
dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga
peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Pilihan-pilihan yang tepat
atas keberagaman keinginan tersebut tidak jarang menimbulkan masalah bagi
peserta didik. Oleh karena itu diperlukan layanan bagi peserta didik yang
dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan
layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik tersebut mendaftarkan diri
kesekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studi di sekolah tersebut
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
Pengertian Pengelolaan Peserta Didik ?
2. Apa
Tujuan dan Fungsi Pengelolaan Peserta Didik ?
3. Bagaimana
Langkah-Langkah Pengelolaan Peserta Didik ?
1.3Tujuan
1. Dapat
Mengetahui Pengertian Pengeloaan Peserta Didik
2. Dapat
Mengetahui Fungsi Pengelolaan Peserta Didik
3. Dapat
Mengetahui Langkah-Langkah Pengelolaan Peserta Didik
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Pengelolaan Peserta
didik
Peserta didik adalah siapa saja yang terdaftar
sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan. Munurut UU Sisdiknas, peserta
didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya
melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur,jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu. Jadi bisa diartikan bahwa peserta didik adalah seseorang
yang terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan
tertentu, yang selalu ingin mengembangkan potensi dirinya baik pada aspek
akademik maupun nonakademik, melalui proses pembelajaran yang diselenggarakan
(Hermino, 2013:165-167).
Peserta didik merupakan unsur inti
kegiatan pendidikan. Di era persaingan antar lembaga pendidikan yang begitu
ketat seperti sekarang ini, sekolah harus berjuang secara sungguh-sungguh untuk
mendapatkan peserta didik. Bahkan ada ketua yayasan pendidikan yang mengatakan
bahwa mencari peserta didik jauh lebih sulit ketimbang mencari guru baru.
Mananjemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik,
melainkan meliputi aspek yange lebih luas secara operasional dapat membantu
upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di
sekolah. Adapun layanan khusus peserta didik meliputi layanan bimbingan dan
konseling, layanan perpustakaan, layanan kantin/kafetarian, layanan kesehatan,
layanan transformasi sekolah, layanan asrama, dan layanan ekstrakurikuler,
layanan laboratorium, dan keamanan. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah
dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapain
tujuan pendidikan di sekolah. Manajemen layanan khusus adalah suatu proses
kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang
kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan
efisien (Putra,2016:1).
Keberadaan manajemen peserta didik
sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena siswa merupakan subjek sekaligus
objek dalam proses transformasi ilmu dan keterampilan. Keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung pada pengembangan potensi
fisik, kecerdasan intelektual,social emosional dan kejiwaan peserta didik,
manajemen peserta didik merupakan penataan dan pengaturan terhadap kegiatan
yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari siswa itu masuk sampai dengan
keluar dari suatu sekolah. Manajemen peserta didik tidak semata mencatat data
peserta didik, tetapi meliputi aspek yang lebih luas, yaitu membantu upaya
pertumbuhan anak melalui proses pendidikan sekolah (Hermino,2013: 165-167).
Manajemen peserta didik dapat diartikan
sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik. Mulai dari peserta didik tersebut
masuk sekolah sampai dengan mereka lulus. Yang diatur secara langsung adalah
segi-segi yang berkenaan dengan peserta didik secara tidak langsung. Pengaturan
terhadap segi-segi lain selain peserta didik dimaksudkan untuk memberikan
layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik (Imron.2011:6).
Manajemen peserta didik dapat juga diartikan sebagai
usaha pengaturan terhadap peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha
pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah
sampai dengan mereka lulus sekolah. Dengan demikian, manajemen peserta didik
itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja,
melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat
dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik melalui proses pendidikan.
Adanya manajemen peserta didik merupakan
upaya untuk memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta ddik semenjak
dari proses penerimaan sampai saat peserta didik meninggalkan lembaga
pendidikan (sekolah) karena sudah tamat/lulus mengikuti pendidikan pada lembaga
pendidikan (sekolah) itu (Tim Dosen.2014:205).
Manajemen peserta didik atau kesiswaan
merupakan salah satu bidang operasional MBS. Manajemen peserta didik adalah
pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik. Mulai dari seorang
peserta didik mendaftarkan diri di sebuah sekolah sampai dengan kelulusan
peserta didik meninggalkan sekolah yang bersangkutan (Abas.2012:80).
Manajemen peserta didik itu bukan lah
dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, malainkan
meliputi aspek yang lebih luas,yang secara operasional dapat dipergunakan untuk
membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui
proses pendidikan
Manajemen peserta didik layanan yang
memusatkan perhatian pada pengaturan,pengawasan,dan layanan siswa dikelas dan
diluar kelas seperti pengenalan, pendaftaran, dan pelayanan individual.
Manajemen peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap
peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan
mereka lulus sekolah. Manajemen peserta didik merupakankegiatan-kegiatan yang
bersangkutan dengan masalah kesiswaan disekolah (Indrawan.2015:8).
Manajemen kesiswaan (peserta didik)
menduduki tempat yang sangat penting karena pusat layanan pendidikan sekolah
adalah peserta didik. Keseluruhan aspek manajemen pendidikan yang berkaitan
dengan manajemen kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, hubungan
masyarakat, keuangan dan layanan khusus, seluruhnya diarahkan pada peserta
didik/siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar peserta didik mendapatkan pelayanan
terbaik guna menunjang prestasi mereka dalam proses pembelajaran.
Manajemen peserta didk/kesiswaan sebagai
suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan
siswa dikelas dan diluar kelas, seperti pengenalan, pendaftaran, layanan
individual (misalnya pengembangan kemampuan,minat,kebutuhan) sampai ia matang
disekolah.
Disimpulkan bahwa Manajemen Peserta
Didik adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan
layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran,
layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan
sampai ia matang di sekolah. Dari beberapa pengertian dan pendapat diatas dapat
diartikan bahwa manajemen peserta didik inklusif adalah memusatkan perhatian
pada pengaturan, pengawasan, dan layanan peserta didik inklusif dari peserta
didik tersebut masuk sekolah sampai lulus sekolah (Dian,2017:201-207).
The
average person in the street has a clear picture teaching. It consist of a
teacher standing in front of a large number of student in a classroom telling
them. It is simply a matter of teacher talking and student listening. If only
teachers would tell students more and make them listen,educational standars
would inprove (Dickinson ,2001:9).
Terjemahan:
Rata-rata orang di jalan memiliki
pengajaran gambar yang jelas. Ini terdiri dari seorang guru yang berdiri di
depan sejumlah besar siswa di kelas yang memberi tahu mereka. Ini hanya masalah
berbicara guru dan mendengarkan siswa. Jika hanya guru yang memberi tahu siswa
lebih banyak dan membuat mereka mendengarkan, standar pendidikan akan terbukti (Dickinson ,2001:9).
2.1.2 Tujuan dan Fungsi Pengelolaan
Peserta Didik
A. Tujuan Pengelolaan Peserta Didik
Menurut Rahmi (2014:528), peningkatan kualitas sumber daya
manusia menjadi kebutuhan mendesak yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah
dalam mengahadapi era globalisasi. Dalam hal ini sekolah adalah suatu lembaga
pendidikan sebagai tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar untuk
membimbing, mendidik, melatih, dan mengembangkan potensi anak didik untuk
mencapai tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan di atas, salah satu yang
dapat dilakukan adalah melalui kegiatan belajar oleh anak-anak Indosesia secara
terus menerus dan berkesinambungan disekolah-sekolah atau lembaga pendidikan
formal. Selain itu sekolah merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang
berpotensi besar untuk membantu siswa mencapai tugas perkembangannya. Sekolah
tidak hanya mendidik siswa dalam aspek kognitif saja, tetapi juga mengembangkan
aspekaspek lainnya, termasuk aspek sosial. Sekolah sebagai instusi pendidikan
formal telah banyak mengalami perubahan. Peran kepala sekolah sangat diperlukan
dalam hal ini guna mencapai tujuan pendidikan. Kepala sekolah sebagai guru yang
mendapat tugas tambahan untuk mengelola sekolah. Kepala sekolah menjadi orang
yang paling betanggung jawab terhadap kemajuan sekolah.Maka itu, sekolah juga
harus memperhatikan kegiatan dalam manajemen peserta didik untuk menghasilkan
peserta didik yang efisien dan sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.
Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur
kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan
(sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran dilembaga tersebut (sekolah) dapat
berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat meberikan kontribusi bagi
pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan (Tim Dosen.2014:206).
Manajemen peserta didik bertujuan mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan
agar kegiatan pembelajaran di sekolah lancar, tertib dan teratur. Beberapa ahli
berpendapat bahwa tujuan manajemen peserta didik adalah untuk menciptakan
kondisi lingkungan sekolah yang baik serta agar siswa dapat belajar dengan
tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien. Ada tiga
tugas utama dalam bidang manajemen peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut
yaitu penerimaan peserta didik, kegiatan kemajuan belajar serta bimbingan dan
pembinaan disiplin (Ariska,dkk.2015:828).
Menurut Imron (2011:11-13), tujuan umum
MPDBS adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan
tersebut menunjang proses belajar mengajar disekolah. Lebih lanjut, proses
belajar mengajar disekolah dapat berjalan lancer, tertib dan teratur sehingga
dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan
pendidikan secara keseluruhan.
Tujuan
khusus MPDBS adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik.
2. Menyalurkan
dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
3. Menyalurkan
aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
4. Dengan
terpenuhinya 1, 2, 3 di atas diharapkan peserta didik dapat mencapai
kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik
dan tercapai cita-cita mereka.
Menurut Saifuddin (2018:56), tujuan umum
manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah; lebih
lanjut, proses belajar mengajar di seklah dapat berjalan dengan lancar, tertib
dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapai tujuan sekolah
dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Tujuan
khusus pengelolaan peserta didik adalah sebagaimana yang disebutkan dibawah
ini:
1. Meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik
2. Menyalurkan
dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik
3. Menyalurkan
aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik
Menurut Junaidi (2015:39), tujuan manajemen peserta didik
adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses
belajar mengajar di sekolah, yaitu :
1) meningkatkan pengetahtuan,
ketrampilan dan psikomotor peserta didik;
2) menyalurkan dan mengembangkan
kemampuan umum, bakatdan minat peserta didik;
3) menyalurkan aspirasi, harapan,
dan memenuhi kebutuhan peserta didik;
4) dengan terpenuhinya 1, 2 dan 3
di atas diharapkan peserta didik dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup,
dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.
B.
Fungsi
Pengelolaan Peserta Didik
Menurut Tim Dosen (2014:206), Fungsi
manajemen peseta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan
diri se-optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi
individualitasnya, segi sosial, aspirasi kebutuhan dan segi-segi potensi
peserta didik lainnya. Agar tujuan dari fungsi manajemen peserta didik dapat
tercapai, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.
Menurut Imron
(2011:12-13), fungsi MPDBS secara umum adalah sebagai
wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang
berkenan dengan segi-segi individualitasnya, solusinya, aspirasinya, kebutuhannya
dan potensi lainnya peserta didik.
Menurut Saifuddin (2018:57-58), fungsi manajemen peserta didik secara
umum adalah : sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan
potensi-potensi individualitasnya, segi sosialnya, segi aspirasinya, segi
kebutuhannya dan segi-segi potensi peserta didik lainnya. Fungsi manajemen
peserta didik secara khusus dirumuskan sebagai berikut :
1. Fungsi
yang berkenaan dengan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat
mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat.
Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi : kemampuan umum (kecerdasan),
kemampuan khusu (bakat), dan kemampuan lainnya.
2. Fungsi
yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar
peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua
dan keluarganya, dengan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan
dengan hakekat peserta didik sebagai makhluk sosial.
3. Fungsi
yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar
peserta didik tersalur hobi, kesenangan dan minatnya. Hobi, kesenangan dan
minat peserta didik demikian patut disalurkan, oleh karena ia juga dapat
menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4. Fungsi
yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah
agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat
penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan
sebayanya.
Menurut Sunaengsih (2017:133), secara khusus, manajemen peserta didik
berfungsi sebagai berikut :
a. Fungsi
yang berkenaan dengan perkembangan individualitas peserta didik, yaitu agar
peserta didik dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa
banyak terhambat, potensi bawaan tersebut meliputi : kecerdasan, kemampuan
khusus dan kemampuan lainnya.
b. Fungsi
yang berkenaan dengan perkembangan fungsi sosial peserta didik, ialah peserta
didik dapat mengadakan sosialisasi dengan teman sebayanya, dengan orang tua,
keluarga, dengan lingkungan social sekolahnya dan lingkungan social masyarakat.
c. Fungsi
yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar
peserta didik tersalur hobinya, kesenangan dan minatnya karena hal itu dapat
menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
d. Fungsi
yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik.
According Schraeder (2014
: 53-56), the four common functions of
management include planning, organizing, leading and Controlling. Leung and
Kleine (2004) suggest thatthese four functions are necessary, but not
sufficient in promulgating successful management, with strong emphasis placed
on adopting practices that include a focus on employees within organizations.
a.
Planning
Planning is typically where the
direction of the organization is established through a variety of activities
including the development of goals.As such, the planning function of management
embodies various levels of decision making.Allowing employees to participate in
making these decisions may generate additional ideas that offer valuable
insights.
b.
Organizing.
The organizing function of
management is comprised of numerous activities directly or indirectly related
to the allocation of resources in ways that support the achievement of goals
and plans that were developed in the planning function.
c.
Leading
acknowledge that trust is embedded
within a variety of leadership theories. The value and importance of trust
cannot be overstated, regardless of the leadership style or philosophy of the
leader.
d.
Controlling
The fourth function of management,
control, includes managerial efforts directed toward monitoring both organizational
and employee performance and progress toward goals Schraeder.
Terjemahan :
Menurut Schraeder (2014:53-56), keempat fungsi umum manajemen termasuk perencanaan,
pengorganisasian,memimpin dan mengendalikan. Leung dan Kleiner (2004) Menyarankan bahwa keempat fungsi ini diperlukan,
tetapi tidak cukup dalam mengumumkan manajemen yang sukses, dengan penekanan
kuat padamengadopsi
praktik yang mencakup fokus pada karyawan dalam organisasi.
a.
Perencanaan.
Perencanaan biasanya di mana arah organisasi dibentukberbagai
kegiatan termasuk pengembangan tujuan.Dengan demikian, fungsi
perencanaanmanajemen mewujudkan berbagai tingkat pengambilan
keputusan.Mengizinkan karyawan untukberpartisipasi dalam pembuatan keputusan ini dapat menghasilkan
gagasan tambahan yang menawarkan wawasan berharga.
b.
Mengatur.
Fungsi pengaturan manajemen terdiri dari berbagai
kegiatan
langsung atau tidak langsung terkait dengan alokasi sumber daya dengan cara yang mendukung pencapaiantujuan dan rencana yang dikembangkan dalam fungsi perencanaan
langsung atau tidak langsung terkait dengan alokasi sumber daya dengan cara yang mendukung pencapaiantujuan dan rencana yang dikembangkan dalam fungsi perencanaan
c. Terkemuka.
kepercayaan tertanam dalam berbagai hateori
kepemimpinan.Nilai dan pentingnya kepercayaan tidak bisa dilebih-lebihkan,
terlepas darigaya kepemimpinan atau filosofi pemimpin.
d.
Mengontrol.
Fungsi keempat manajemen, kontrol, termasuk upaya manajerial
diarahkan untuk memantau kinerja organisasi dan karyawan
serta kemajuan menuju sasaran Schraeder.
According Griffin (2007 : 8)Regardless
of level or area, management involves the four basic functions of planning and
decision making, organizing, leading, and controlling. This book is organized
around these basic functions.
a.
Planning
and decision making
In its simples from, planning means
setting an organizations goals and deciding how best to to achieve them.
Decision making a part of the planning process, involves selecting a course of
action from a set of alternatives. Planning and decision making help mainting
managerial offectivenness by serving as guides for future activities. Part two
of this text is devoted to planning and decision-making activities an concepts .
b.
Organizing
Once a manager has set goals and
developed a workable plan, the next management function is is to organize
people and the other resources necessary to carry out the plan. Specifically,
organizing involves determining how activities and resources are to be grouped.
c.
Leading
The third basic managerial
functions is leading. Some people consider leading to be both the most
important and the most challenging of all managerial activities. Leading is the
set of processes used to get members of the organization to work to gether to
further the interests og the organization.
d.
Controlling
The final phase of the management
process is controlling, or monitoring the organizations progress toward its
goals.
Terjemahan :
a. Fungsi manajemen dasar
Terlepas
dari level atau area, manajemen melibatkan empat fungsi dasar perencanaan dan
pengambilan keputusan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan. Buku ini
disusun berdasarkan fungsi-fungsi dasar ini.
b. Perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dalam
kesederhanaannya dari, perencanaan berarti menetapkan tujuan organisasi dan
memutuskan cara terbaik untuk mencapainya. Pengambilan keputusan menjadi bagian
dari proses perencanaan, melibatkan pemilihan suatu tindakan dari serangkaian
alternatif. Perencanaan dan pengambilan keputusan membantu mempertahankan
kelalaian manajerial dengan melayani sebagai panduan untuk kegiatan di masa
depan. Bagian dua dari teks ini dikhususkan untuk kegiatan perencanaan dan
pengambilan keputusan suatu konsep
c. Mengatur
Setelah seorang manajer menetapkan tujuan dan mengembangkan rencana yang bisa diterapkan, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengatur orang dan sumber daya lain yang diperlukan untuk melaksanakan rencana. Secara khusus, pengorganisasian melibatkan penentuan bagaimana kegiatan dan sumber daya harus dikelompokkan.
Setelah seorang manajer menetapkan tujuan dan mengembangkan rencana yang bisa diterapkan, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengatur orang dan sumber daya lain yang diperlukan untuk melaksanakan rencana. Secara khusus, pengorganisasian melibatkan penentuan bagaimana kegiatan dan sumber daya harus dikelompokkan.
d.
Terkemuka
Fungsi manajerial dasar ketiga memimpin. Beberapa orang menganggap memimpin menjadi yang paling penting dan paling menantang dari semua kegiatan manajerial. Memimpin adalah seperangkat proses yang digunakan untuk membuat anggota organisasi bekerja keras untuk memajukan kepentingan organisasi.
Fungsi manajerial dasar ketiga memimpin. Beberapa orang menganggap memimpin menjadi yang paling penting dan paling menantang dari semua kegiatan manajerial. Memimpin adalah seperangkat proses yang digunakan untuk membuat anggota organisasi bekerja keras untuk memajukan kepentingan organisasi.
e.
Mengontrol
Fase terakhir dari proses manajemen adalah mengendalikan, atau memantau kemajuan organisasi menuju sasarannya.
Fase terakhir dari proses manajemen adalah mengendalikan, atau memantau kemajuan organisasi menuju sasarannya.
C. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Peserta Didik
Menurut Sunaengsih (2017:133), adapun prinsip-prinsip yang harus
dilaksanakan dalam melaksanakan manajemen peserta didik adalah sebagai berikut
:
a. Manajemen
peserta didik sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah, sehingga harus
mempunyai kesamaan visi, misi, dan tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan. Penempatan manajemen peserta
didik ditempatkan pada kerangka manajemen sekolah, tidak boleh ditempatkan di
luar system sekolah.
b. Segala
bentuk kegiatan manajemen peserta didik harus mengemban visi pendidikan dan
dalam rangka mendidik peserta didik.
c. Kegiatan
manajemen peserta didik harus diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang
mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya bakat perbedaan. Perbedaan di
antara peserta didik tidak diarahkan pada konflik diantara mereka, akan tetapi
justru untuk mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
d. Kegiatan
manajemen peserta didik harus dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap
pembimbingan peserta didik, disini diperlukan kerja sama yang baik dan harmonis
antara pembimbang dan yang dibimbing atau peserta didik.
e. Kegiatan
manjemen peserta didik harus mendorong dan memacu kemandirian peserta didik,
dimana kemandirian ini akan memotivasi anak untuk tidak selalu tergantung pada
orang lain, dan dapat melakukan segala kegiatan secara mandiri. Hal itu sangan
bermanfaat bagi peserta didik, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan
masyarakat.
f. Segala
kegiatan yang diupayakan oleh manajemen peserta didik harus bersifat fungsional
bagi kehidupan peserta didik di sekolah maupun bagi masa depannya.
2.1.3 Langkah – Langkah Pengelolaan
Peserta Didik
Semua
kegiatan di sekolah pada akhirnya ditujukan untuk membantu peserta didik
mengembangkan dirinya. Upaya itu akan optimal jika peserta didik itu secara
sendiri berupanya aktif mengembangkan diri sesuai dengan program-program yang
dilakukan disekolah. Oleh karena itu sangat penting untuk menciptakan kondisi
agar peserta didik dapat mengembangkan diri secara optimal. Sebagai pemimpin
disekolah, kepala sekolah memegang peran penting dalam menciptakan kondisi
tersebut.
Dengan
demikian manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan data
peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara
operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.
Ruang lingkup manajemen peserta
didik itu meliputi :
A.
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru
Ada dua macam sistem yang diguakan dalam penerimaan
peserta didik baru yaitu sebagai berikut :
a.
Sistem promosi, merupakan penerimaan peserta didik baru yang sebelumnya tanpa melakukan seleksi. Mereka yang
mendaftar disuatu sekolah, diterima
befitu saja. Sistem yang demikian biasanya berlaku pada sekolah-sekolah yang
pendaftarannya kurang dari jatah atau
daya tampung yang ditentukan; dan
b.
Sistem seleksi, ini dapat digolongkan memjadi tiga macam, yang pertama, seleksi berdasarkan daftar nilai ebta
murni (DANEM), yang kedua
berdasarkan penelusuran bakat minat dan kemampuan (PMDK), yang ketiga adalah seleksi berdasarkan tes
masuk.
The Student Admission System when fully implemented can be used by any School within most educational establishments (in the U.K.). The rest of this section covers the advantages of using the proposed approach:
The adopted apploach, stores she rules in an independent date dictionary DB where they can be edited or replaced, either by using the independent C module or the DBMS itself. Therefore them is a greater flexibility in adding new rules 10 the system (Karagianis,1991:26).
Terjemahan :
Sistem Penerimaan Siswa ketika diterapkan sepenuhnya dapat digunakan oleh Sekolah mana pun dalam sebagian besar lembaga pendidikan (di Inggris). Bagian selanjutnya dari bab ini mencakup keuntungan menggunakan pendekatan yang diusulkan:
Apploach yang diadopsi, menyimpan dia aturan dalam kamus tanggal independen DB di mana mereka dapat diedit atau diganti, baik dengan menggunakan modul C independen atau DBMS itu sendiri. Oleh karena itu mereka lebih fleksibel dalam menambahkan aturan baru 10 sistem (Karagianis,1991:26).
B.
Kriteria Penerimaan Peserta Didik Baru
Menurut Kristiawan,dkk
(2017:71), kriteria adalah patokan-patokan yang menentukan bisa atau tidaknya sesorang untuk
diterima sebagai peserta didik. Ada tiga macam kriteria penerimaan peserta
didik yaitu sebagai berikut :
a.
Kriteria acuan patokan (standard criterian referenced), merupakan suatu penerimaan peserta
didik baru yang didasarkan atas patokan-patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam hal ini sekolah akan membuat patokan bagi calon peserta
didik baru., bagi mereka yang memenuhi
patokan yang dibuatnsekolah maka akan dapat
diterima disekolah tersebut, dan bagi mereka yang toidak memenuhi patokan maka tidak akan diterima;
b.
Kriteria acuan norma (norm criterian referenced), yaitu penerimaan peserta didik yang
didasarkan atas keseluruhan prestasi peserta didik yang mengikuti
seleksi. Dalam hal ini sekolah menetapkan kriteria penerimaan
berdasarkan prestasi keseluruhan peserta didik baru; dan
c.
Kriteria berdasrkan daya tampung sekolah. Sekolah
terlebih dahulu menentukan berapa jumlah daya tampung , calaon peserta
didik yang akan diterima
C. Analisis
kebutuhan peserta didik
Menurut Tim Dosen (2014:207-214), langkah
pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis
kebutuhan yaitu penentapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan
(sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah :
1) Merencanakan
jumlah peserta didik yang akan diterima
Penentuan jumlah
peserta didik yang akan diterima perlu dilakukan sebuah lembaga pendidikan,
agar layanan terhadap peserta didik bias dilakukan secara optimal. Besarnya
jumlah peserta didik yang akan diterima harus mempertimbangkan hal-hal berikut
:
Ø Daya
tampung kelas atau jumlah kelas yang tersedia.
Jumlah peserta didik
dalam satu kelas (ukuran kelas) berdasarkan kebijakan pemerintah berkisar
antara 40-45 orang. Sedangkan ukuran kelas yang ideal secara teoritik berjumlah
25-30 peserta didik per satu kelas.
Ø Rasio
murid dan guru.
Yang dimaksud rasio
murid guru adalah perbandingan antara banyaknya peerta didik dengan guru
perfultimer. Secara ideal rasio murid guru adalah 1 : 30.
2) Menyusun
program kegiatan kegiatan kesiswaan.
Penyusunan program
kegiatan bagi siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah harus di dasarkan
pada :
Ø Visi
dan misi lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan
Ø Minat
dan bakat peserta didik
Ø Sarana
dan prasarana yang ada
Ø Anggaran
yang tersedia
Ø Tenaga
kependidikan yang tersedia.
D.
Rekruitmen peserta
didik
Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga
pendidikan (sekolah) pada hakikatnya adalah merupakan proses pencarian,
menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di
lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan. Langkah-langkah rekruitmen
peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut :
1)
Pembentukan panitia penerimaan siswa
baru.
Pembentukan
panitia ini disusun secara musyawarah dan terdiri dari semua unsur guru, tenaga
tata usaha, dan dewan sekolah/komite sekolah. Susunan kepanitian disebuah
sekolah biasanya mencakup :
Ketua Umum :
Ketua Pelaksana :
Sekretairis :
Bendahara :
Anggota/seksi :
Panitia
ini bertugas mengadakan pendaftaran calon siswa, mengadakan seleksi dan
menerima pendaftaran kembali siswa yang diterima.
2) Pembuatan
dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara
terbuka.
Pengumuman penerimaan siswa baru ini berisi hal-hal
sebagai berikut:
Ø Gambaran
singkat lembaga pendidikan (sekolah) yang meliputi, sejarah sekolah, visi dan
misi sekolah, kelengkapan fasilitas sekolah, tenaga kependidikan yang dimiliki
serta hal-hal lain yang perlu disampaikan pada calon pelamar.
Ø Persyaratan
pendaftaran siswa baru minimal meliputi, surat sehat dari dokter, ada batasan
usia yang ditunjukkan dengan akte kelahiran (TK maksimal 6 tahun, SD maksimal
12 tahun, SLTP maksimal 15 tahun, SLTA maksimal 18 tahun), surat keterangan
berkelakuan baik, salinan nilai (raport/STTB/nilai UAN) dari sekolah
sebelumnya, melampirkan pas foto (3 x 4 atau 4 x 6).
Ø Cara
pendaftaran. Ada dua cara yaitu secar individual oleh masing-masing calon
peserta didik yang dating ke lembaga pendidikan (sekolah) yang dituju atau
secara kolektif oleh pihak sekolah dimana peserta didik sekolah sebelumnya.
Ø Waktu
pendaftaran, yang memuat kapan waktu pendaftaran dimulai dan kapan kapan waktu
pendaftaran diakhiri. Waktu pendaftaran ini meliputi hari, tanggal, dan jama
pelayanan.
Ø Berapa
uang pendaftaran dan kepada siapa uang tersebut diserahkan (melalui petugas
pendaftaran atau bank yang ditunjuk), serta bagaimana pembayarannya (tunai atau
bisa di angsur).
Ø Waktu
dan tempat seleksi yang meliputi hari, tanggal, jam dan tempat seleksi.
Ø Pengumuman
hasil seleksi yang meliputi waktu pengumuman hasil seleksi dan dimana calon
peserta didik dapat memperolehnya.
E. Seleksi peserta didik
Seleksi peserta
didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima
atau tidaknya calon peserta didik menjadi peseta didik di lembaga pendidikan
(sekolah) berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Seleksi
peserta didik penting dilakukan terutama bagi lembaga pendidikan (sekolah) yang
calon peserta didiknya melebihi dari daya tampung yang tersedia di lembaga
pendidikan (sekolah) tersebut. Adapun cara-cara seleksi yang dapat digunakan
adalah :
1)
Melalui
tes atau ujian.
Adapun
tes ini meliputi psikotest, tes jasmani, tes kesehatan, tes akademik atau tes
keterampilan.
2)
Melalui
penulusuran bakat dan kemampuan.
Penulusuran
ini biasanya didadarkan pada prestasi yang diraih oleh calon peserta didik dalam
bidang olahraga atau kesenian.
3)
Berdasarkan
nilai STTB atau nilai UAN.
Dari
hasil seleksi terhadap peserta didik dihasilkan kebijakan sekolah yaitu : peserta
didik yang diterima dan peserta didik yang tidak terima. Bahkan bila diperlukan
ada kebijakan peserta didik yang diterima tetapi sebagai cadangan.
Setelah ditetapkan peserta didik yang diterima dan tidak
diterima, kemudian diumumkan. Pengumuman hasil seleksi sebaiknya dilakukan
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, supaya tidak menimbulkan keresahan
bagi calon peserta didik. Pengumuman ini bisa dilakukan secara terbuka atau
secara tertutup. Secara terbuka biasanya diketahui oleh semua orang baik yang
diterima atau yang tidak diterima. Biasanya hasil seleksi di tempel
ditempat-tempat yang strategis atau melalui media massa. Pengumuman secara
tertutup biasanya melalui surat atau amplop tertutup yang diberikan kepada
calon peserta didik, sehingga yang mengetahui diterima atau tidak diterima
hanya calon peserta didik yang bersangkutan.
Bagi calon peserta didik yang diterima diharuskan
mendaftar ulang pada lembaga pendidikan (sekolah) yang menerimanya. Pada waktu
daftar ulang, biasanya calon peserta didik harus melengkapi
persyaratan-persyaratan administratif yang berguna bagi pengisian data peserta
didik di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
The
first step to become a student after the selection is passed the
re-registration process, this is done with the hope prospective students who
pass can be immediately recorded its willingness to become a candidate student.
At the time of reregistration sometimes there are students who do not come (Ahmar. 2016: 52).
Langkah pertama untuk
menjadi siswa setelah seleksi adalah melewati proses pendaftaran ulang, hal ini
dilakukan dengan harapan calon siswa yang lulus dapat segera mencatat
kesediaannya untuk menjadi calon siswa. Pada saat registrasi ulang
kadang ada siswa yang tidak dating (Ahmar. 2016: 52).
F. Orientasi
Orientasi peserta didik (siswa baru)
adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi
lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik itu menempuh pendidikan.
Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan lingkungan
sosial sekolah. Lingkungan fisik sekolah seperti jalan menuju sekolah, halaman
sekolah, tempat olahraga, gedung dan perlengkapan sekolah serta fasilitas-
fasilitas lainnya yang disediakan lembaga. Sedangkan lingkungan sosial sekolah
meliputi kepala sekolah, guru-guru, tenaga TU, teman sebaya, kakak-kakak kelas,
peraturan atau tata tertib sekolah, layanan-layanan sekolah bagi peserta didik
serta kegiatan-kegiatan dan organisasi kesiswaan yang ada dilembaga.
Tujuan diadakan orientasi bagi peserta
didik antara lain:
·
Agar peserta didik dapat mengerti dan
mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah
·
Agar peserta didik dapat berpatisipasi
aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah
·
Agar peserta didik siap menghadapi
lingkunganya yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia
merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran disekolah serta dapat
menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.
Ada
beberapa istilah yang digunakan untuk memberi nama kegiatan orientasi siswa
baru ini. Ada menamakan kegiatan dengan MOS (Masa Orientasi Siswa), MOPD (Masa
Orientasi Peserta Didik), POS (Pekan Orientasi Siswa) dan lain-lain.
Ada dua jenis orientasi tujuan siswa menurut Ames (dalam
Pintrich & Schunk, 1996), yaitu task-involved orientation atau orientasi
penguasaan tugas dan ego-involved orientation atau orientasi performansi.
Orientasi tujuan penguasaan berarti tujuan siswa dalam belajar dicirikan oleh kepuasan
ketika menguasai atau menyelesaikan tugas, disertai dengan tingkat efikasi yang
tinggi, nilai tugas, minat, emosi positif, ketekunan yang tinggi, mengotimalkan
penggunaan strategi kognitif dan metakognitif, dan menjalankan strategi belajar
yang baik (Arias, 2004). Orientasi tujuan performansi berarti siswa lebih
banyak memperhatikan kemampuannya dan kurang mengembangkan performansi yang
lain, dalam melaksanakan tugas, fokusnya adalah lebih baik dari orang lain (Permatasari
dan Nur.2017:79).
G.
Penempatan Peserta Didik (Pembagian
Kelas)
sebelum
pesrta didik yang telah diterima pada sebuah lembaga pendidikan (sekolah)
mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan
dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Pengelompokkan peserta didik yang
dilaksanakan pada sekolah-sekolah sebagian besar didasarkan kepada system
kelas.
Menurut
William A Jeager dalam mengelompokkan peserta didik dapat didasarkan kepada:
Ø Fungsi
integrasi, yaitu pengelompokkan yang didasarkan atas kesamaan-kesamaan yang ada
pada peserta didik. Pengelompokkan ini didasarkan menurut jenis kelamin, umur
dan sebagainya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini menghasilkan pembelajaran
bersifat klasikal.
Ø Fungsi
perbedaan, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarkan kepada perbedaan-perbedaan
yang ada dalam individu peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan dan
sbagainya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini menghasilkan pembelajaran
individual.
Sedangkan menurut
Hendyat Soetopo, dasar-dasar pengelompokkan peserta didik ada 5
macam, yaitu:
Ø Friendship
Grouping
Pengelompokkan
peserta didik didasarkan pada kesukaan di dalam memilih teman antar peserta
didik itu sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik mempunyai kebebasan didalam
memilih teman untuk dijadikan sebagai anggota kelompoknya.
Ø Achievement
Grouping
Pengelompokkan peserta didik didasarkan
pada prestasi yang dicapai oleh siswa. Dalam pengelompokkan ini biasanya
diadakan percampuran antara peserta didik yang berprestasi tinggi dengan
peserta didik yang berprestasi rendah.
Ø Aptitude
Grouping
Pengelompokkan peserta
didik didasarkan atas kemampuan dan bakat
yang sesuai dengan apa yang
dimiliki peserta didik itu sendiri.
Ø Attention
or Interest Grouping
Pengelompokkan
peserta didik didasarkan atas perhatian atau minat yang didasari kesenangan
peserta didik itu sendiri. Pengelompokkan ini didasari oleh adanya peserta
didik yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu namun si peserta didik
tersebut tidak senang dengan bakat yang dimilikinya.
Ø Inteligence
Grouping
Pengelompokkan peserta
didik yang didasarkan atas hasil tes intelegenssi yang diberikan kepada peserta
didik itu sendiri.
H. Pembinaan dan pengembangan peserta didik
Langkah berikutnya dalam manajemen
peserta didik adalah melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap peserta
didik. Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan sehingga anak
mendapatkan bermacam-macm pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa
yang akan datang. Untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalam belajar ini, peserta
didik harus melaksanakan bermacam-macam kegiatan. Lembaga pendidikan (sekolah)
dalam pembinaan dan pengembangan peserta didik biasanya melakukan kegiatan yang
disebut dengan kegiatan kulikuler dan kegiatan ekstra kulikuler .
kegiatan
kulikuler adalah semua kegiatan yang telah ditentukan di dalam kurikulum yang
pelaksanannya dilakukan pada jam-jam pelajaran. Kegiatan kurikuler dalam benuk
proses belajar mengajar di kelas dengan nama mata pelajaran atau bidang studi
yang ada disekolah. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan kurikuler
ini. Sedangkan kegiatan ekstra kulikuler merupakan kegiatan peserta didik yang
dilaksanakan di luar ketentuan yang telah ada di dalam kuikulum. Kegiatan
ekstra kulikuler ini biasanya terbentuk berdasarkan bakat dan minat yang
dimiliki oleh peserta didik. Setiap
peserta didik tidak harus mengikuti semua kegiatan ekstra kulikuler. Contoh
kegiatan ekstra kulikuler : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), ROHIS
(Rohani Islam), kelompok karate, kelompok silat, kelompok basket, pramuka,
kelompok teater, dan lain-lain.
Dalam
kegiatan pembinaan dan pengembangan inilah peserta didik diproses untuk menjadi
manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. Bakat, minat dan
kemampuan peserta didik harus ditumbuh kembangkan secara optimal melalui
kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler.
Keberhasilan
pembinaan dan pengembangan peserta didik diukur melalui proses penilaian yang
dilakukan oleh lembaga pendidikan (oleh guru). Ukuran yang sering digunakan
adalah naik kelas dan tidak naik kelas bagi peserta didik yang belum mencapai
tingkat akhir serta lulus dan tidak lulus bagi peserta didik ditingkat akhir
sebuah lembaga pendidikan (sekolah). Penilaian yang dilakukan oleh guru tentu
saja didasarkan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku di lembaga pendidikan
(sekolah) tersebut.
According Sood (2003:36), role of teacher in improving
performance of the students is very important and can be studied from different
prespectives. Does teachers expectation influence students performances is
still a controversial issue but it’s relationship with students performance
cannot be eliminated. To explain this relationship in classroom and other
contexts a large number of experimental and correlation studies have been
conducted and as a result of that many interrelated erms have been used by
scholars.
Terjemahan :
Menurut Sood
(2003:36), peran guru dalam meningkatkan kinerja siswa sangat
penting dan dapat dipelajari dari prespektif yang berbeda. Apakah harapan guru
memengaruhi penampilan siswa masih merupakan masalah yang kontroversial tetapi
hubungannya dengan kinerja siswa tidak dapat dihilangkan. Untuk menjelaskan
hubungan ini di kelas dan konteks lain sejumlah besar studi eksperimental dan
korelasi telah dilakukan dan sebagai akibat dari banyak istilah yang saling
terkait telah digunakan oleh para sarjana.
According Andreea and Ilie
(2015:29), careers guidance is a process that aims to provide
individuals a clearer understanding of
themselves and their potential for future career development. Particularly
careers guidance helps
people to:
- Clarify their goals
for the future;
- Assess their career
development needs at different points in their life;
- To understand the
actual process of choosing a career;
- Take appropriate
measures to implement these objectives
Terjemahan :
Menurut
Michaela dan Ilie(2015:29), panduan karier
adalah proses yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada
individu
dari diri mereka
sendiri dan potensi mereka untuk pengembangan karir masa depan. Khususnya
bimbingan karier
membantu orang untuk:
- Perjelas tujuan
mereka untuk masa depan
-
Menilai kebutuhan pengembangan karir mereka di berbagai titik dalam kehidupan
mereka
- Untuk memahami proses
sebenarnya dalam memilih karier
-
Ambil langkah yang tepat untuk menerapkan tujuan-tujuan ini.
Developmental
level, which can be assessed by testing the child hidividually,
and a potential developmental level, which can be assessed by examining
learning that occurs when the child is problem solving under the guidance of an adult or
is working in collaboration with more capable
peers (Ward
and Worsham.2012).
Terjemahan:
Tingkat perkembangan, yang dapat dinilai dengan menguji anak secara perseorangan, dan tingkat perkembangan potensial, yang dapat dinilai dengan memeriksa pembelajaran yang terjadi ketika anak memecahkan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau bekerja dalam kolaborasi dengan rekan-rekan yang lebih cakap (Ward and Worsham.2012).
According (Abubakar,2001:14), guidance service is assistance given to student in school in order to increase the quality of the individual’s potentials. Adolescents in school require what Baker (2000) described as “transition enhancement assistance” aimed atpreparing them for further education, training or employment. Therefore, a school guidance programme is to providean array of services that cater for the developmental and career development needs of these young people. Assummarized by Rosemary (2002): “acquiring knowledge self knowledge, developing specific career and educationalgoal, adjusting to changing conditions, planning career and educational programme to achieve goals, developingproblem‐solving and decision making skills, coping with the outcome of decisions, and enhancing social, emotional andcognitive skills”.
Terjemahan :
Menurut (Abubakar,2001:14), layanan bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada siswa di sekolah untuk meningkatkan kualitas potensi individu. Remaja di sekolah memerlukan apa yang Baker (2000) gambarkan sebagai "bantuan peningkatan transisi" yang ditujukan untuk mempersiapkan mereka untuk pendidikan, pelatihan atau pekerjaan lebih lanjut. Oleh karena itu, program bimbingan sekolah adalah untuk menyediakan berbagai layanan yang memenuhi kebutuhan pengembangan dan pengembangan karier para remaja ini. Assummarized oleh Rosemary (2002): "memperoleh pengetahuan diri pengetahuan, mengembangkan karir dan pendidikan tertentu, menyesuaikan dengan kondisi yang berubah, perencanaan karir dan program pendidikan untuk mencapai tujuan, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, mengatasi hasil keputusan, dan meningkatkan keterampilan sosial, emosional dan kognitif ”.
I. Pencatatan
dan Pelaporan
Pencatatan
dan pelaporan tentang peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah)
sangat diperlukan. Kegiatan pencatatn dan pelaporan dimulai sejak peserta didik
itu diterima di sekolah tersebut sampai mereka tamat atau meniggalkan sekolah
tersebut. Pencatatan tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan agar pihak
lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Sedangkan
pelaporan dilakukan sebagai wujud tanggung jawab lembaga agar phak-pihak dapat
mengetahui perkembangan peserta didik dilembaga tersebut. Untuk melakukan
pencatatan dan pelaporan diperlukan peralatan dan perlengkapan yang dapat
mempermudah. Peralatan dan perlengkapan tersebut biasanya berupa :
· Buku
induk siswa
Buku
ini disebut juga buku pokok atau stambuk. Buku ini berisi catatan tentang
peserta didik yang masuk pada sekolah tersebut. Setiap pencatatan peserta didik
disertai dengan nomor pokok/ stambuk, dan dilengkapi pula dengan data-data lain
setiap peserta didik.
· Buku
klapper
Pencatatan
buku ini dapat diambil dari buku induk., tetapi penulisannya disusun
berdasarkan abjad. Hal ini untuk memudahkan pencarian data peserta didik
kembali jika sewaktu-waktu diperlukan
· Daftar
Presensi
Daftar
hadir peserta didik sangat penting sebab frekuensi kehadiran setiap peserta
didik dapat diketahui/dikontrol. Untuk memeriksa kehadiran peserta didik pada
keseluruhan kegiatan disekolah, setiap hari biasanya daftar kehadiran itu
dipegang oleh petugas khusus. Sedangkan untuk memeriksa kehadiran peserta didik
dikelas pada jam-ham pelajaran, daftar hadir di pegang oleh guru.
· Daftar
mutasi peserta didik
Untuk
mengetahui keadaan jumlah peserta didik dengan persis, sekolah harus mempunyai
buku/dafatr mutasi peserta didik. Daftar mutasi itu digunakan untuk mencatat ke
luar masuk peserta didik dalam setiap bulan, semester atau setahun. Hal ini
karena keadaan jumlah peserta didik tidak tetap, ada peserta didik pindahan da
nada pula peserta didik yang keluar.
· Buku
catatan pribadi peserta didik
Buku catatan peserta didik ini lebih lengkap lagi
tentang data setiap peserta didik. Buku ini di antara lain berisi :identitas
peserta didik, keterangan mengenai keadaan keluarga, keadaan jasmani dan
kesehatan, riwayat pendidikan serta hasil belajar, data psikologis
(sikap,minat, dan ciata-cita) dan juga kegiatan diluar sekolah. Buku ini
biasanya disimpan di ruang BP dan dikerjakan pula oleh petugas BP.
· Daftar
nilai
Daftar
nilai ini dimiliki oleh setiap guru bidang studi, khusu untuk mencatat hasil tes setiap peserta didik pada bidang
studi/mata pelajaran tertentu. Dalam daftar nilai ini dapat diketahui kemajuan
belajar peserta didik, karena setiap nilai hasil tes dicatat di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut sebagai bahan olahan nilai raport.
· Buku
Legger
Legger
merupakan kumpulan nilai dari seluruh bidang studi untuk setiap peserta didik.
Pengisisn/pencatatan nilai-nilai dalam legger ini dikerjakan oleh wali kelas
sebagai bahan pengisian raport. Pencatatan nilai-nilai dalam legger biasanya
satu tahun dua kali (sesuai dengan pembagian raport).
· Buku
raport
Buku
raport merupakan alat untuk melaporkan prestasi belajar peserta didik kepada
orang tua/ wali atau kepada peserta didik itu sendiri. Selain prestasi belajar,
dilaporkan pula tentang kehadiran, tingkah laku peserta didik dan sebagainya.
Buku ini diberikan tiga kali dalam satu tahun untuk tingkat SD dan dua kali
untuk tingkat SLTP/SLTA.
J. Kelulusan
dan Alumni
Proses kelulusan adalah kegiatan paling
akhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari
lembaga pendidikan (sekolah) tentang
telah diselesaikannya program pendidikan pendidikan yang harus diikuti oleh peserta
didik. Setelah peserta didik selesai mengikuti seluruh program program
pendidikan di suatu lembaga pendidikan dan berhasil lulus dan ujian akhir, maka
kepada peserta tersebut diberikan surat keterangan lulus atau sertifikat.
Umumnya surat keterangan sering disebut ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar
(STTB).
Ketika
peserta didik sudah lulus, maka secara formal hubungan antara peserta didik dan
lembaga telah selesai. Namun demikian, diharapkan hubungan antara para alumni
dan sekolah tetap terjalin. Hubungan
antara sekolah dengan para alumni dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan
yang diselenggarakan oleh para alumni, yang biasa disebut “reuni”. Bahkan saat
ini setiap lembaga pendidikan (sekolah) ada organisasi alumninya, misalnya IKA
(Ikatan Alumni ). Prestasi yang dicapai para alumni dari lembaga pendidikan
(sekolah) ini perlu didata atau dicatat oleh lembaga, sebab catatan tersebut
sangat berguna bagi lembaga dalam mempromosikan lembaga pendidikannya.
Berdasarkan
penjelasan diatas pemerintah mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta
didik berdasarkan bakat, minat, dan potensinya sehingga tidak merugikan peserta
didik. Jika peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai standar nasional
pendidikan wajib mengikuti ujian nasional dan mendapatkan ijazah yang
blangkonya dikeluarkan pemerintah, tapi jika peserta didik mengikuti
pembelajaran pada satuan pendidikan dan mengikuti ujian di bawah standar
nasional pendidikan maka akan mendapatkan ijazah yang blangkonya dikeluarkan
oleh satuan pendidikan yang bersangkutan, walau demikian peserta didik masih
bisa melenjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pada satuan pendidikan
yang menyelenggarakan pendidikan inklusif (Dian.2017:207).
2.2
Kajian Kritis
2.2.1
Pengertian Pengelolaan Pesserta Didik
Manajemen peserta didik atau kesiswaan
merupakan salah satu bidang operasional MBS. Manajemen peserta didik adalah
pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik. Mulai dari
seorang peserta didik mendaftarkan diri di sebuah sekolah sampai dengan
kelulusan peserta didik meninggalkan sekolah yang bersangkutan. Manajemen peserta didik dapat juga diartikan sebagai
usaha pengaturan terhadap peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha
pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk
sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.
2.2.2
Fungsi dan Tujuan Pengelolaan Peserta Didik
Tujuan manajemen peserta didik adalah
mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut menunjang
proses pembelajaran sehingga dapat berjalan lancar, tertib dan teratur serta
dapat memberikan kontribusi bagi pencapain tujuan yang ditetapkan. Fungsi
manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk
mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik dari segi individualitas, sosial,
aspirasi, kebutuhan atau potensinya.
Secara khusus, manajemen peserta didik berfungsi
sebagai berikut :
a. Fungsi
yang berkenaan dengan perkembangan individualitas peserta didik, yaitu agar
peserta didik dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya.
b. Fungsi
yang berkenaan dengan perkembangan fungsi sosial peserta didik, ialah peserta
didik dapat mengadakan sosialisasi dengan teman sebayanya, dengan orang tua,
keluarga, dengan lingkungan social sekolahnya dan lingkungan social masyarakat.
c. Fungsi
yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar
peserta didik tersalur hobinya, kesenangan dan minatnya.
d. Fungsi
yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik.
2.2.3
Langkah-Langkah Pengelolaan Peserta Didik
Perencanaan peserta
didik menyangkut perencanaan penerimaan siswa baru, kelulusan, jumlah
putus sekolah, dan kepindahan. Perencanaan peserta didik akan
langsung berhubungan dengan kegiatan penerimaan dan proses pencatatan
atau dokumentasi data pribadi siswa, yang kemudian tidak dapat
dilepaskan kaitannya dengan pencatatan atau dokumentasi data hasil
belajar dan aspek-aspek lain yang diperlukan dalam kegiatan kurikuler dan
kokurikuler.
Perencanaan terhadap peserta didik meliputi kegiatan:
a)
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru
b)
Kriteria Penerimaan Peserta Didik Baru
c) Analisis
kebutuhan peserta didik
d) Rekruitmen
peserta didik
e) Seleksi peserta didik
f) Orientasi
g)
Penempatan Peserta
Didik (Pembagian Kelas)
h) Pembinaan dan pengembangan peserta didik
i) Pencatatan
dan Pelaporan
j) Kelulusan
dan Alumni
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Manajemen peserta didik dapat diartikan
sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik. Mulai dari peserta didik
tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus. Yang diatur secara langsung
adalah segi-segi yang berkenaan dengan peserta didik secara tidak langsung.
Pengaturan terhadap segi-segi lain selain peserta didik dimaksudkan untuk
memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik.
2. Tujuan manajemen peserta didik adalah
mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan peserta didik
agar kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan
(sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran dilembaga tersebut (sekolah) dapat
berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat meberikan kontribusi bagi
pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
3. Fungsi
manajemen peseta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk
mengembangkan diri se-optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi
individualitasnya, segi sosial, aspirasi kebutuhan dan segi-segi potensi
peserta didik lainnya. Agar tujuan dari fungsi manajemen peserta didik dapat
tercapai, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.
4.
Langkah-langkah
pengelolaan peserta didik antara lain:
a.
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru
b.
Kriteria Penerimaan Peserta Didik Baru
c. Analisis
kebutuhan peserta didik
d.
Rekruitmen peserta didik
e. Seleksi peserta didik
f. Orientasi
g.
Penempatan Peserta Didik (Pembagian
Kelas)
h.
Pembinaan
dan pengembangan peserta didik
i.
Pencatatan
dan pelaporan
j.
Kelulusan
dan alumni
3.2 SARAN
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun sudah berusaha
memaparkan dan menjelaskan materi dengan semaksimal mungkin, tapi tidak menutup
kemungkinan adanya kekeliruan dalam penyusunannya, baik dari segi materi,
maupun penyusunannya, oleh karena itu penyusun mengharapakan pembaca untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya, dan harapan bagi penyusun, semoga makalah
ini dapat memberi manfaat dalam proses pembelajaran Pengelolaan Pendidika
DAFTAR PUSTAKA
Abas, R Jati. 2012. Menuju Sekolah Mandiri.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Abubakar, Isa Ado. 2001. Career
Guidance, Participation of Students and its Implication for Kano, Nigeria. The
Malaysian Online Journal of Educational Science. Volume 1, Issue 3.
Ahmar, Ansari Saleh. 2016. Steps in
Designing Queue and Interview Process using Information System: A Case of Re-registration of New Students in
Universitas Negeri Makassar. The Asian Journal of Technology Management. Vol.
9 No. 1.
Ariska, Ria Sita. 2015. Manajemen
Kesiswaan. Jurnal Manajer Pendidikan. Vol.9. No.6.
Dian, Ana Kameloh. 2017. Manajemen
Layanan Peserta Didik Inklusif di Kota Palangka Raya. Jurnal Studi Agama
dan Masyarakat. ISSN: 1829-8257. Vol.13 No.2.
Dickinson,Chris.2001.Classroom Management. Philip Waterhouse:Network
Educational
Griffin, Ricky W. 2007. Student Achievement Series Principle
Management. New York: Texas A & University.
Hermino,Agustinus.2013. Asesmen
Kebutuhan Organisasi Persekolahan.Jakarta: IKAPI
Imron, Ali. 2011. Manajemen Peserta Didik
Berbasis Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Indrawan, Irjus. 2015. Manajemen
Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Deepubish.
Junaidi. 2015. Pelaksanaan Manajemen
Peserta Didik Pada MAN Beringin Kota Sawahlunto. Jurnal Al-Fiqrah.Vol.3
No.1.
Karagiannis. 1991. Database and
Expert Systems Application. New York : Spinger-Verlag Wien GmbH.
Kristiawan, Muhammad. dkk. 2017. Manajemen
Pendidikan. Yogyakarta : Deepublish.
Michaela, Nita.A dan Goga.I.C. 2015. A Research On
The Educational Counseling And Career Guidance In Romania. ISSN 1857-7881. Vol.2.
Permatasari, B.L.A dan Nur A.F. 2017. Pengaruh
Orientasi Tujuan Dan Persepsi Siswa Pada Kompetensi Guru Terhadap Prokrastinasi
Akademik Siswa. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. e-ISSN 2528-5181. Vol.
2(1).
Putra, Adi. 2016. Layanan Khusus
Peserta Didik (Kesiswaan). Jurnal of Islamic Education Management. ISSN:
2461-0674. Vol. 2 No. 2.
Rahmi, Nurul. 2014. Persepsi Guru Tentang Manajemen Peserta Didik Sekolah Dasar
Negeri Gugus II Kecamatan Lubuk Sikarah
Kota Solok. Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP. Vol.2. No.1.
Saifuddin. 2018. Pengelolaan
Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta : Deepublish.
Schraeder,Mike, dkk.
2014. The Functions of Management as Mechanisms for
Fostering
Interpersonal Trust. Journal sfu.ca/abr. vol 5. Pages
50-62.
Sood, Neelam. 2003. Management Of
School Education In India. New Delhi : APH Publishing Corporation.
Sunaengsih, Cucun. dkk. 2017. Pengelolaan
Pendidikan. Sumedang: UPI Sumedang Press.
Tim Dosen, Administrasi Pendidikan. 2014. Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Ward, Mary Ann and Dode W. 2012. Student
Guidance and Development. New York London : Routledge.
No comments:
Post a Comment